Translate

Minggu, 16 Desember 2012

Technopreuneur




·       LAPORAN TEKNOPRENEUR
Kelompok teknopreneur “Just Hanali” membuat produk pakaian jadi busana muslim berbahan kaos. Proses produksi kami lakukan dengan membagi tugas kepada masing-masing anggota kelompok. Jenis busana yang kami produksi  adalah busana casual seperti  blouse, celana kulot, rok, rompi, dan gamis. Pangsa pasar kami yaitu wanita berusia 25 sampai 60 tahun dari kalangan menengah. Harga produk kami berkisar antara Rp 50.000,00 sampai Rp 100.000,00.
Proses produksi kami awali pada bulan September dan pada akhir September kami dapat menjual sebuah produk sebesar Rp 55.000,00. Penjualan pada bulan Oktober cukup baik omset mencapai Rp 615.000,00. Namun pada bulan November mendapat beberapa kendala sehingga kami hanya dapat menjual satu pieces seharga Rp 95.000,00

Sebagai anggota kelompok saya memiliki tugas utama dan tugas sekunder.
Tugas utama dalam kelompok tertera pada struktur organanisasi

Saya bertanggung jawab dalam bidang administrasi. Dengan uraian pekerjaan sebagai berikut:
1.      Mencatata semua transaksi yang berkaitan dengan tugas teknopreuneur kelompok
2.      Sebagai pengawas persediaan usaha kelompok
3.      Membuat  laporan keuangan kelompok
4.      Mencatas hasil rapat dan evaluasi kelompok
Tugas sekunder saya sebagai anggota kelompok yaitu:
1.      Memproduksi barang jadi muali dari desain, pola, jahit, finishing, sampai packing.
2.      Melakukan penjualan produk-produk “Just Hanali”

Karena semua transaksi saya yang tahu, maka laporan teknoprenuer setiap anggota pun juga berdasarkan laporan yang telah saya buat.  Jika ada anggota yang mengaku membuat laporan sendiri maka itu salah besar.  

Berikut ini arus kas kelompok teknopreneur  “Just Hanali”


Berikut produk-produk ” Just Hanali”



EVALUASI TEKNOPRENEUR

Penjualan produk bulan November sangat sedikit sebagai akibat dari kelemahan-kelemahan kami sebagai kelompok. Berikut ini adalah hal-hal yang harus kami perbaiki untuk meningkatkan kinerja kami di bulan Desember.
1.    Komunikasi
2.    Time management
3.    Marketing management

RENCANA BISNIS BULAN DESEMBER

Bulan Desember akan kami manfaatkan untuk menigkatkan omset penjualan produk kami. berikut ini goal yang akan kami lakukan
1.    Meningkatkan komunikasi antar anggota kelompok
2.    Mengelola waktu agar dapat mengerjakan tugas kelompok dengan baik
3.    Meningkatkan penjualan dengan mengadakan potongan harga

Sabtu, 15 Desember 2012

“Workshop Pengembangan Model PJJ Satu Kawasan Bandung Raya untuk Industri Kreatif”

http://itbceria.wordpress.com/2012/12/07/workshop-pengembangan-model-pjj-satu-kawasan-bandung-raya-untuk-industri-kreatif/

Sabtu 15 Desember 2012 saya diberi tugas oleh ibu Bintan untuk mengikuti seminar tersebut diatas. Bbeberapa mahasiswa D1 yang hadir yaitu Halimah Agustina (saya sendiri), Ali Syaefudin, Heny Fadillah, Diamonda, Kurnia, dan Deffian. Kami diberi tugas untuk berbagi pengalaman kami selama menjalani perkuliahan program D1, Teknopreuneur, dan perubahan apa saja yaang kami rasakan setelah kami diadakan charakter building.
Saya memasuki ruang seminar sebelum acara dimulai mempersiapkan diri untuk berbicara didepan banyak orang. Seminar dihadiri oleh perwakilan-perwakilan dari banyak sekolah di kota Bandung dan kabupaten. Narasumber acara ini pun adalah orang-orang hebat. Menghadiri acara tersebut menjadi pengalaman yang ingin saya ingat selalu dan saya ingin menceritakan juga kepada anda bagaimana pengalaman saya selama mengikuti program Diploma 1 Design Fashion Style. 

Buat kamu yang suka Fashion, saya sarankan  untuk segera daftarkan diri kamu diprogram ini. berikut ini beberapa kegiatan saya selama kuliah. (klik link)

Outbound http://iimhalimahagustina.blogspot.com/2012/05/assalamualaikum-wr.html
Character Building http://iimhalimahagustina.blogspot.com/2012/12/character-building.html
3D Animasi for Fashion
Technopreuneur http://iimhalimahagustina.blogspot.com/2012/12/technopreuneur.html
Magang- "mengajar" http://iimhalimahagustina.blogspot.com/2012/11/mengajar-mata-pelajaran-pola-dan-jahit.html
10 ribu?? http://iimhalimahagustina.blogspot.com/2012/06/10-ribu.html?showComment=1355666649455#c2986527862278006139
Menulis pada buku "Rupiah Pertama" http://iimhalimahagustina.blogspot.com/2012_08_01_archive.html
Observasi Mall
Obsevasi Pasar
Pengantar Fashion
Ilustrasi Fashion
UAS semester 1

Kegiatan perkuliahan menggunakan metode jarak jauh. So, kita bisa belajar dimana saja selama masih di bawah langit dan terkoneksi dengan internet.
Kuliah setahun namun dan mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman. Saya semakin optimis untuk mewujudkan mimpi saya sebagai Fashion Designer .

Seperti nama blog saya ini.
"this is like a dream come true"




Sabtu, 24 November 2012

Melati PertamaKu

Merajut biasanya dilakukan oleh orang tua jaman dulu atau nenek-nenek, nenek saya juga jago membuat pakaian atau lenan rumah tangga dari rajutan seperti taplak meja, syal, sweater, menghiasi pinggiran kerudung dan menghias benda lainnya. Kegiatan merajut memang tidak asing bagi saya, sewaktu kecil saya pernah tinggal dirumah nenek di Tasikmalaya dimana kegiatan merajut, menjahit, membordir memang sudah menjadi kegiatan sehari-hari mereka selain bertani namun saat itu saya belum tertarik untuk belajar merajut.
Seiring berkembangnya zaman kegiatan merajut saat ini tidak hanya disenangi oleh kaum orang tua saja namun juga wanita-wanita muda, remaja hingga anak-anak. Produk-produk rajutan saat ini memang sedang digemari baik yang berupa bross, tempat handphone, syal, sweater, boneka, dan lain sebagainya.
Melihat respon wanita terhadap produk-produk rajutan yang sangat baik saya tertarik untuk belajar merajut.
Kegiatan  di  subkampus SMK Negeri 9 Bandung hari ini yaitu  belajar merajut. Kami dibimbing oleh Bu Dini, beliau adalah guru jurusan restauran namun luar biasa beliau juga menguasai beragam teknik rajutan. Kami sangat beruntung karena beliau mau berbagi ilmu membuat rajutan.
Pertemuan pertama kami diperkenalkan bermacam-macam alat dan bahan merajut.


Kegiatan merajut sangat  membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
Pada pertemuan pertama kami berlatih membuat rantai dan di minggu kedua kami membuat bunga melati. berikut ini Melati pertama saya.




ada yang berminat untuk belajar merajut?? mari saya ajarkan

Senin, 19 November 2012

Mengajar Mata Pelajaran “Pola Konstruksi” Siswa-Siswi Tata Busana SMKN 9 Bandung


Hari pertama magang di SMK N 9 Bandung. Ada beberapa pelajaran praktek yang diajarkan kepada siswa-siswi Tata Busana SMKN 9 Bandung, seperti: pola, menjahit, menyulam, membordir, desain, memilih bahan baku, K3, dan beberapa mata pelajaran produktif lainnya.
Dari beberapa mata pelajaran tersebut Saya memilih pelajaran Pola sebagai bahan ajar saya kepada siswa-siswi jurusan Tata Busana SMKN 9 Bandung. Pada pelajaran pola dan jahit saya bekerja sama dengan Dewi Khodijah dan Nadia. Mereka sama-sama memiliki ketertarikan dalam mengajarkan pola dan jahit. Saya merasa bahwa saya dapat mengajarkan dan membantu siswa-siswi Tata Busana dalam memahami pola busana yang akan mereka buat. Membuat pola memang membutuhkan ketelitian, kreatifitas, dan kesabaran. Sebagian siswa-siswi menganggapnya mudah dan sebagian lain ada yang kesulitan untuk mengikuti pelajaran. Tidak heran ada siswi yang dapat menyelesaikan polanya dengan cepat dan ada juga yang menangis dipojok ruangan karena polanya belum selesai sampai jam pelajaran habis.
Hari ini saya membantu Ibu Etin dan Ibu Cucu untuk mengajarkan dan membimbing siswi-siswi dalam membuat pola Bustier. Kami  tidak memberikan materi atau bahan ajar dihari ini karena itu kami diberi tugas untuk membuat ilustrasi desain kebaya, desain 3D, pola sekala ¼, dan materi dalam bentuk power point untuk bahan ajar pertemuan selanjutnya (Senin, 26 No[ember 2012).
Berikut ini beberapa gambar  yang saya ambil pada saat mengajar di hari ini.











Mengajar memang bukan minat saya, namun setelah hari ini saya menjadi tertarik untuk berbagi ilmu dengan mengajarkan apa yang saya bisa dan apa yang saya ketahui kepada orang lain.

Rabu, 08 Agustus 2012

Rupiah Pertama

Berbagi pengalaman pertama saya mendapatkan rupiah. Pertama kali saya mendapatkan uang saat saya kelas 3 SD. Waktu itu saya berjualan baju Barbie buatan saya sendiri. Awalnya saya membuat baju barbie hanya untuk koleksi saya sendiri, kegiatan ini saya lakukan bersama kedua sahabat saya, yaitu Uci dan Ii. Bahan-bahannya saya dapatkan dari kumpulan kain perca kepunyaan mamah. Teman-teman saya banyak yang suka dengan baju barbie buatan saya, dari situlah muncul ide untuk menjual baju-baju barbie itu. Baju-baju itu saya jual dengan harga Rp 1500,00 sampai Rp 3000,00. Dari kecil saya bercita-cita menjadi fashion designer.
Saat duduk dibangku SMP, teman-teman perempuan sering meminta tolong mengecilkan rok maklum saat itu sedang trend rok hipster. Ongkos jahitnya saya patok Rp 5.000,00. Pelanggan saya bukan hanya teman sekelas saja namun juga dari kelas lain. Di sekolah saya waktu itu ada pelajaran tata busana, biasanya mereka juga meminta tolong untuk membuatkan tugas mereka. Saya senang jika mereka meminta bantuan dengan begitu saya akan mendapat uang.
Pengalaman yang luar biasa saya dapatkan saat mengikuti Outbound ITB. Waktu itu saya diberi tugas menjual pulpen seharga Rp 1.500,00 untuk dijual dengan harga setinggi-tingginya dalam waktu satu jam. Saya bersama anggota kelompok Harimau awalnya sedikit bingung bagaimana cara menjualnya? Kemudian kami menyusun strategi dengan menbuat 5 kelompok kecil. Kelompok-kelompok ini terdiri dari 6-7 orang. Harga pulpen kelompok Harimau kami patok dengan harga penawaran Rp 100.000,00. Kami sepakat untuk saling membantu apabila masih ada pulpen yang belum terjual.
Tim saya terdiri dari 7 orang yaitu Halimah (saya sendiri), Rere, Lingga, Faisal, Dian, Ridho, dan Ervan. Tim kami memilih tempat-tempat makan sebagai target utama. Tempat pertama yang kami datangi yaitu cafe dekat mesjid Salman.
Kami berlari seperti peserta maraton melalui jalan Ciungwanara, sesampainya disana kami langsung menawarkan pulpen kami kepada dua orang laki-laki yang sedang duduk dan minum kopi. Mereka terlihat terganggu dengan kehadiran kami, namun kami terus berusaha untuk meyakinkan kedua orang itu. Akhirnya, kami dapat menjual pulpen pertama kami dengan harga Rp 10.000,00. Lumayan untuk penglaris. Disamping itu, kami mendapat ilmu dari pembeli pertama kami yaitu cara menawarkan pulpen dengan baik kepada pembeli. Mereka adalah mahasiswa ITB tingkat akhir. Mereka juga menyarankan untuk beristirahat dahulu agar dapat mengatur nafas dengan baik sebelum berbicara dengan pembeli.
Belajar dari pengalaman, perjalanan kami selanjutnya dilakukan dengan berjalan lebih cepat (tidak berlari). Tempat-tempat yang kami tuju, yaitu: cafe, warung nasi, restorant, kaki lima, halaman factory outlet sepanjang jalan dago dan hampir setiap orang yang kami temui. Alhamdulillah, tim saya berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp 130.000,00. Banyak hal baik yang saya pelajari dari kegiatan berjualan pulpen itu. Saya belajar bekerja sama, melatih keberanian, dan sebagainya.
Pengalaman kuliah di ITB. Selama dua bulan saya kuliah di ITB banyak sekali ilmu yang saya dapatkan. Saya belajar ilmu pengetahuan fashion design, membuat ilustrasi desain dengan beragam teknik, reka bahan dan ragam hias, dan membuat konsep. Ilmu-ilmu yang saya dapatkan selama di ITB dapat saya terapkan dalam produk-produk saya.
Untuk mempelajari fashion dalam waktu 8 minggu sepertinya tidak cukup untuk membuat saya ahli dibidang ini. Namun cukup untuk dijadikan stimulus agar saya giat belajar dan mengembangkan ilmu yang saya dapatkan selama 8 minggu ini. Ilmu yang didapatkan akan sangat berguna bagi kehidupan saya. Dunia fashion bagi saya bukan hanya sekedar hobby namun sudah menjadi bagian dari hidup saya.
Bertahun-tahun bergaul dengan mesin jahit, pola, kain, dan pakaian membuat saya terbiasa dengan membuat produk barang jadi tekstil baik pakaian atau lenan rumah tangga. Produk yang dapat saya pasarkan yaitu: pakaian jadi, aksesoris, dan kain. Saat ini saya mulai merintis usaha saya dengan membuat produk busana laki-laki dewasa dengan label "Syaelendra" dan busana anak perempuan dengan label " I'm Princess". 
Cita-cita yang ingin saya capai dalam waktu 5 tahun kedepan jumlahnya cukup banyak, semua itu sudah saya tulis di daftar keinginan. Berikut ini daftar goal terbesar setiap tahunnya sampai lima tahun kedepan. Dimulai dari tahun 2012 sampai 2016 yaitu :Memulai usaha pakaian jadi dengan Brand saya sendiri, menyelesaikan program D1 Fashion Desain, menyelesaikan program S1 Administrasi Bisnis, hijrah ke luar negeri,menikah, memiliki pabrik manufaktur pakaian jadi, entrepreuneur wanita yang sukses dalam bisnis dan disayangi keluarga.

Pengusaha wanita idola saya yaitu Khodijah istri Rasulullah SAW.

Berikut ini adalah produk saya:
Kemeja laki-laki "Syaelendra"

Busana Muslim anak  "I'm Princess"

Berikut ini beberapa produk yang dihasilkan dari usaha jasa jahit
Jas ini pesanan anggota grup musik "Coitus Delution"

berikut ini busana wanita, laki-laki, anak maupun dewasa. 




Senin, 11 Juni 2012

10 RIBU!!??



Apa yang akan kamu lakukan denga uang 10 ribu? Bisakah uang sebesar itu kita gunakan untuk melakukan perjalan sejauh mungkin? Apakah uang itu dapat memberikan nilai tambah buat kamu?

Pasti akan banyak jawaban yang berbeda. Bagi saya uang 10 ribu itu sudah cukup untuk melakukan perjalan sejauh mungkin dan mendapatkan nilai tambah. Mau tau bagaimana caranya?? 

Silahkan lihat sekilas mengenai perjalanan saya dan kawan-kawan berikut ini:
Tanggal 10 Juni 2012. Saya, Nay, dan Juju melakukan perjalanan ke Kota Baru Parahyangan di Padalarang. Kami sering mendengar nama Kotabaru Parahyangan namun kami belum pernah mengunjunginya. Untuk menghemat biaya, kami gunakan angkutan umum seperti angkot dan kereta api KRD

Perjalanan kami mulai dari terminal dago pukul 09.00 wib menggunakan angkot Dago – ST. Hall tarif yang dikenakan hanya Rp 2.500,00 saja. Sesampainya di Stasiun Bandung, hal pertama yang kami lihat adalah jadwal kereta api KRD tujuan Padalarang. Kereta KRD tujuan Padalarang pada hari Minggu, 10 Juni 2012 dijadwalkan akan berangkat pukul 10.30 wib. Setelah itu barulah kami membeli tiket. Tiket KRD tujuan Padalarang harganya hanya Rp 1000, 00 saja.
                                                  Pintu Utara Stasiun Kereta Api Bandung


Membeli tiket kereta KRD tujuan Padalarang
Sambil menunggu kereta datang, kami berjalan-jalan disekitar Line kereta. Lingkungan dalam stasiun kereta sangat terjaga kebersihan dan keinndahanya. Penjual jajanan dipinggir Rel kereta api pun sangat teratur dan rapi, mulai dari jajanan kecil hingga kantin. Harga makanan yang ditawarkanpun sangat murah mulai dari Rp 1500,00- belasan ribu untuk makanan berat(nasi+lauk).
Kereta KRD datang tepat waktu, kami pun lagsung menghampiri kereta-menunggu sampai penumpang sebelumnya turun lalu masuk sambil berpegangan tangan dengan Juju dan Nay.
 









Tahu kah anda, bagaimana keadaan didalam kereta KRD tujuan Padalarang?? lihat foto Nay dibawah ini ... 
Nay masih tersenyum di dalam kereta yang sarat penumpang.Luar biasa....