Translate

Minggu, 30 Desember 2012

Pembubaran kelompok Teknopreuneur "Just Hanali"



Kendala yang saya hadapi dalam menjalankan teknopreneur kelompok akhirnya harus memilih perpisahan sebagai solusi dalam kelompok “ Just Hanali”. Selama bulan November saya menghadapi masalah produksi sehingga kelompok tidak memiliki produk untuk dijual.
Kelompok “Just Hanali” bukan kelompok ideal. Ada dua visi dalam satu kelompok, tidak dapat disatukan. Upaya untuk menjalin komunikasi yang efektif tidak dapat menyatukan kami. Saya dan Ali sudah memberikan kesempatan bagi anggota lain untuk menyelesaikan tugas mereka, namun hanya alasan yang kami dapat. Respon tanpa respect. Saya sudah pernah memutuskan hubungan untuk tidak membuat kelompok dengan mereka namun mereka meyakinkan kami (saya dan Ali) bahwa mereka dapat bekerjasama dengan baik. Prinsip kami berbeda. Saya ingin mengerjakan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan melaporkan kegiatan Teknoprener sesuai dengan apa yang saya kerjakan bukan hanya mengerjakan lalu mengumpulkannya tanpa tanggung jawab.  Seorang Entrepreuneur akan menjunjung tinggi nilai kejujuran dan etika bisnis.
Sebagai anggota yang memiliki tanggung jawab dalam bidang administrasi, saya membwgi ase-aset kelompok usah “Just Hanali”. Berikut ini laporan keuangan “Just Hanali di akhir


 INVENTORY CONTROL
PRODUCT


 Berdasarkan perhitungan setiap anggota memiliki hak sebesar:








"Magang Bulan Desember"

Bulan Desember 2012 saya mengikuti magang di sebuah perusahaan supplier Rumah Sakit Negeri dan Rumah Sakit Swasta di kota Bandung dan Riau. Produk mereka berupa Kassa jahit, Kassa lipat, cairan pembersih untuk alat-alat operasi, dan alat alat operasi bedah lainnya. Tugas saya yaitu membantu menggelar kain, menggunting kain, melipat kassa, bundle kassa, dan menjahit kasa.
berikut ini beberapa profile kegiatan saya selama magang
 tumpukan kassa Siap untuk dijahit
  
 

 Proses Jahit




Fungsi dari kassa ini adalah :
1. Untuk menutup luka operasi
2. Depper (menyerap)  perdarahan atau cairan
3. Perawatan luka

Kassa yang dijahit terdapat dua macam yaitu:
1. Kassa X-Ray
Disetiap lembaran kassa terdapat sehelai benang berwarna biru yang dapat terdeteksi alat Rontgen, yang dianyam bersamaan dengan benang lainnya.

2. Kassa Lipat Non X-Ray
Kassa ini tidak  dilengkapi dengan bahan yang dapat terdeteksi oleh alat Rontgen.



Minggu, 16 Desember 2012

Character Building

Character Building menjadi bagian dari program Diploma 1. Kami dilatih untuk memiliki kepribadian yang unggul diantaranya disiplin, bertanggung jawab, mandiri, mental yang kuat, bekerja sama, bekerja keras dan optimis.
Secara umum pendidikan character building diterapkan oleh semua dosen dalam setiap mata kuliah. Secara khusus kegiatan ini dilakukan setiap hari mulai pukul 07.00-08.00 wib dalam pelaksanaannya kami terbagi menjadi kelompok-kelompok kecil beranggotakan 4-6 orang. Saya berkelompok dengan Ali, Nay, Juju, dan Ratih. Kegiatannya yaitu membersihkan ruangan, dan jalan sekitar gedung FSRD ITB.
Coba intip kegiatan character building harian saya yuk..!!!

 Sapu dan pengki sebagai alat bantu
 Juju, Nayli, Halimah, Ratih


 Semangat !!!

Tetap senyum....

Halimah dan Ali  masih sempat berpose saat nyapu
 Menyapu dengan Serius
 kerja sama yang baik : Revi (sapu) dan Halimah (pengki)




Technopreuneur




·       LAPORAN TEKNOPRENEUR
Kelompok teknopreneur “Just Hanali” membuat produk pakaian jadi busana muslim berbahan kaos. Proses produksi kami lakukan dengan membagi tugas kepada masing-masing anggota kelompok. Jenis busana yang kami produksi  adalah busana casual seperti  blouse, celana kulot, rok, rompi, dan gamis. Pangsa pasar kami yaitu wanita berusia 25 sampai 60 tahun dari kalangan menengah. Harga produk kami berkisar antara Rp 50.000,00 sampai Rp 100.000,00.
Proses produksi kami awali pada bulan September dan pada akhir September kami dapat menjual sebuah produk sebesar Rp 55.000,00. Penjualan pada bulan Oktober cukup baik omset mencapai Rp 615.000,00. Namun pada bulan November mendapat beberapa kendala sehingga kami hanya dapat menjual satu pieces seharga Rp 95.000,00

Sebagai anggota kelompok saya memiliki tugas utama dan tugas sekunder.
Tugas utama dalam kelompok tertera pada struktur organanisasi

Saya bertanggung jawab dalam bidang administrasi. Dengan uraian pekerjaan sebagai berikut:
1.      Mencatata semua transaksi yang berkaitan dengan tugas teknopreuneur kelompok
2.      Sebagai pengawas persediaan usaha kelompok
3.      Membuat  laporan keuangan kelompok
4.      Mencatas hasil rapat dan evaluasi kelompok
Tugas sekunder saya sebagai anggota kelompok yaitu:
1.      Memproduksi barang jadi muali dari desain, pola, jahit, finishing, sampai packing.
2.      Melakukan penjualan produk-produk “Just Hanali”

Karena semua transaksi saya yang tahu, maka laporan teknoprenuer setiap anggota pun juga berdasarkan laporan yang telah saya buat.  Jika ada anggota yang mengaku membuat laporan sendiri maka itu salah besar.  

Berikut ini arus kas kelompok teknopreneur  “Just Hanali”


Berikut produk-produk ” Just Hanali”



EVALUASI TEKNOPRENEUR

Penjualan produk bulan November sangat sedikit sebagai akibat dari kelemahan-kelemahan kami sebagai kelompok. Berikut ini adalah hal-hal yang harus kami perbaiki untuk meningkatkan kinerja kami di bulan Desember.
1.    Komunikasi
2.    Time management
3.    Marketing management

RENCANA BISNIS BULAN DESEMBER

Bulan Desember akan kami manfaatkan untuk menigkatkan omset penjualan produk kami. berikut ini goal yang akan kami lakukan
1.    Meningkatkan komunikasi antar anggota kelompok
2.    Mengelola waktu agar dapat mengerjakan tugas kelompok dengan baik
3.    Meningkatkan penjualan dengan mengadakan potongan harga

Sabtu, 15 Desember 2012

“Workshop Pengembangan Model PJJ Satu Kawasan Bandung Raya untuk Industri Kreatif”

http://itbceria.wordpress.com/2012/12/07/workshop-pengembangan-model-pjj-satu-kawasan-bandung-raya-untuk-industri-kreatif/

Sabtu 15 Desember 2012 saya diberi tugas oleh ibu Bintan untuk mengikuti seminar tersebut diatas. Bbeberapa mahasiswa D1 yang hadir yaitu Halimah Agustina (saya sendiri), Ali Syaefudin, Heny Fadillah, Diamonda, Kurnia, dan Deffian. Kami diberi tugas untuk berbagi pengalaman kami selama menjalani perkuliahan program D1, Teknopreuneur, dan perubahan apa saja yaang kami rasakan setelah kami diadakan charakter building.
Saya memasuki ruang seminar sebelum acara dimulai mempersiapkan diri untuk berbicara didepan banyak orang. Seminar dihadiri oleh perwakilan-perwakilan dari banyak sekolah di kota Bandung dan kabupaten. Narasumber acara ini pun adalah orang-orang hebat. Menghadiri acara tersebut menjadi pengalaman yang ingin saya ingat selalu dan saya ingin menceritakan juga kepada anda bagaimana pengalaman saya selama mengikuti program Diploma 1 Design Fashion Style. 

Buat kamu yang suka Fashion, saya sarankan  untuk segera daftarkan diri kamu diprogram ini. berikut ini beberapa kegiatan saya selama kuliah. (klik link)

Outbound http://iimhalimahagustina.blogspot.com/2012/05/assalamualaikum-wr.html
Character Building http://iimhalimahagustina.blogspot.com/2012/12/character-building.html
3D Animasi for Fashion
Technopreuneur http://iimhalimahagustina.blogspot.com/2012/12/technopreuneur.html
Magang- "mengajar" http://iimhalimahagustina.blogspot.com/2012/11/mengajar-mata-pelajaran-pola-dan-jahit.html
10 ribu?? http://iimhalimahagustina.blogspot.com/2012/06/10-ribu.html?showComment=1355666649455#c2986527862278006139
Menulis pada buku "Rupiah Pertama" http://iimhalimahagustina.blogspot.com/2012_08_01_archive.html
Observasi Mall
Obsevasi Pasar
Pengantar Fashion
Ilustrasi Fashion
UAS semester 1

Kegiatan perkuliahan menggunakan metode jarak jauh. So, kita bisa belajar dimana saja selama masih di bawah langit dan terkoneksi dengan internet.
Kuliah setahun namun dan mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman. Saya semakin optimis untuk mewujudkan mimpi saya sebagai Fashion Designer .

Seperti nama blog saya ini.
"this is like a dream come true"




Sabtu, 24 November 2012

Melati PertamaKu

Merajut biasanya dilakukan oleh orang tua jaman dulu atau nenek-nenek, nenek saya juga jago membuat pakaian atau lenan rumah tangga dari rajutan seperti taplak meja, syal, sweater, menghiasi pinggiran kerudung dan menghias benda lainnya. Kegiatan merajut memang tidak asing bagi saya, sewaktu kecil saya pernah tinggal dirumah nenek di Tasikmalaya dimana kegiatan merajut, menjahit, membordir memang sudah menjadi kegiatan sehari-hari mereka selain bertani namun saat itu saya belum tertarik untuk belajar merajut.
Seiring berkembangnya zaman kegiatan merajut saat ini tidak hanya disenangi oleh kaum orang tua saja namun juga wanita-wanita muda, remaja hingga anak-anak. Produk-produk rajutan saat ini memang sedang digemari baik yang berupa bross, tempat handphone, syal, sweater, boneka, dan lain sebagainya.
Melihat respon wanita terhadap produk-produk rajutan yang sangat baik saya tertarik untuk belajar merajut.
Kegiatan  di  subkampus SMK Negeri 9 Bandung hari ini yaitu  belajar merajut. Kami dibimbing oleh Bu Dini, beliau adalah guru jurusan restauran namun luar biasa beliau juga menguasai beragam teknik rajutan. Kami sangat beruntung karena beliau mau berbagi ilmu membuat rajutan.
Pertemuan pertama kami diperkenalkan bermacam-macam alat dan bahan merajut.


Kegiatan merajut sangat  membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
Pada pertemuan pertama kami berlatih membuat rantai dan di minggu kedua kami membuat bunga melati. berikut ini Melati pertama saya.




ada yang berminat untuk belajar merajut?? mari saya ajarkan

Senin, 19 November 2012

Mengajar Mata Pelajaran “Pola Konstruksi” Siswa-Siswi Tata Busana SMKN 9 Bandung


Hari pertama magang di SMK N 9 Bandung. Ada beberapa pelajaran praktek yang diajarkan kepada siswa-siswi Tata Busana SMKN 9 Bandung, seperti: pola, menjahit, menyulam, membordir, desain, memilih bahan baku, K3, dan beberapa mata pelajaran produktif lainnya.
Dari beberapa mata pelajaran tersebut Saya memilih pelajaran Pola sebagai bahan ajar saya kepada siswa-siswi jurusan Tata Busana SMKN 9 Bandung. Pada pelajaran pola dan jahit saya bekerja sama dengan Dewi Khodijah dan Nadia. Mereka sama-sama memiliki ketertarikan dalam mengajarkan pola dan jahit. Saya merasa bahwa saya dapat mengajarkan dan membantu siswa-siswi Tata Busana dalam memahami pola busana yang akan mereka buat. Membuat pola memang membutuhkan ketelitian, kreatifitas, dan kesabaran. Sebagian siswa-siswi menganggapnya mudah dan sebagian lain ada yang kesulitan untuk mengikuti pelajaran. Tidak heran ada siswi yang dapat menyelesaikan polanya dengan cepat dan ada juga yang menangis dipojok ruangan karena polanya belum selesai sampai jam pelajaran habis.
Hari ini saya membantu Ibu Etin dan Ibu Cucu untuk mengajarkan dan membimbing siswi-siswi dalam membuat pola Bustier. Kami  tidak memberikan materi atau bahan ajar dihari ini karena itu kami diberi tugas untuk membuat ilustrasi desain kebaya, desain 3D, pola sekala ¼, dan materi dalam bentuk power point untuk bahan ajar pertemuan selanjutnya (Senin, 26 No[ember 2012).
Berikut ini beberapa gambar  yang saya ambil pada saat mengajar di hari ini.











Mengajar memang bukan minat saya, namun setelah hari ini saya menjadi tertarik untuk berbagi ilmu dengan mengajarkan apa yang saya bisa dan apa yang saya ketahui kepada orang lain.